Pelatihan Sekolah Ramah Anak dan Konvensi Hak Anak Untuk Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan

(PENENGAHAN) DINAS PPPA LAMSEL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melakukan Pelatihan Sekolah Ramah Anak dan Konvensi Hak Anak Untuk Para Pendidik di SMPN 1 Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, (04/04/2023).

"Pelatihan Sekolah Ramah Anak dan Konvensi Hak Anak yang dilaksanakan Untuk Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, nonformal dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainya serta mendukung partisipasi anak tertuma dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawaasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan. 

Dalam usaha mewujudkan Sekolah Ramah Anak perlu didukung oleh berbagai pihak antara lain keluarga dan masyarakat yang sebenarnya merupakan pusat pendidikan terdekat anak. Lingkungan yang mendukung, melindungi memberi rasa aman dan nyaman bagi anak akan sangat membantu proses mencari jati diri. Kebiasaan anak memiliki kecenderungan meniru, mencoba dan mencari pengakuan akan eksistensinya pada lingkungan tempat mereka tinggal.

Program sekolah seharusnya disesuaikan dengan dunia anak, artinya program disesuaikan dengan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak.Anak tidak harus dipaksakan melakukan sesuatu tetapi dengan program tersebut anak secara otomatis terdorong untuk mengeksplorasi dirinya.Faktor penting yang perlu diperhatikan sekolah adalah partisipasi aktif anak terhadap kegaiatan yang diprogramkan.Partisipasi yang tumbuh karena sesuai dengan kebutuhan anak.

Standar sekolah ramah anak Tiap sekolah hendaknya mencipatakan Sekolah Ramah Anak (SRA) sesuai standar yang telah ditetapkan yaitu : Tiap anak bisa mendapat haknya tanpa perlakukan diskriminasi Tiap anak bebas mengeluarkan pendapat, ide, gagasan, dan penemuan di berbagai bidang Metode pembelajarannya harus dibuat senyaman dan sebaik mungkin demi mendukung karakter siswa Lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman Adanya transparasi, akuntabilitas, keterbukaan informasi serta penegakan hukum yang jelas Adanya kerja sama antara tenaga kependidikan dengan murid dan orang tua Sekolah harus bisa membuat program kerja yang sifatnya mendukung pengembangan karakter siswa ke arah yang lebih baik Hendaknya pengambilan keputusan dan tindakan oleh tenaga kependidikan dilakukan dengan mempertimbangkan siswa, dan menjamin agar hak siswa tetap dilindungi.



Peserta pada kegiatan sebanyak 65 orang terdiri dari Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMPN 1 Penengahan dan SMPN 2 Penengahan. Hadir menjadi Narasumber pada kegiatan ini Bpk. Toni Fisher yaitu Direktur LPHPA Lampung. Kegiatan ini di sambut baik oleh kepala sekolah SMPN 1 Penengahan Ibu. Annasusanti, S.Pd, Kepala Sekolah SMPN 2 Penengahan Bpk. Dedi Slamet S, S.Pd dan Para peserta kegiatan.

Hasil yang diharapkan dari terlaksananya Sekolah Ramah Anak yaitu : 1. Terwujudnya sekolah yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik karena bebas dari kekerasan antar peserta didik maupun kekerasan yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan; 2. Terbentuknya perilaku pendidik dan tenaga kependidikan yang berprespektif anak; 3. Meningkatkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan dalam pengambilan keputusan di sekolah"

 

Diktutip Dari Laman : dinas_pppa_lampungselatan